SUKABUMI – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari, menegaskan pihaknya siap dievaluasi terkait polemik tunjangan yang tengah menjadi sorotan mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan isu baru, melainkan sudah diatur dalam regulasi nasional yang berlaku.
“Isunya kan isu nasional dari DPR RI, konsekuensinya kita harus ikut. Berkaitan dengan peraturan yang berlaku, baik itu pencabutan Perwal maupun evaluasi tunjangan DPRD, regulasinya sudah jelas. Harus mengacu pada PP 18 dan Permendagri 62,” ungkap Rojab, Jumat (12/9/2025).
Ia menyebut, DPRD Kota Sukabumi telah mengambil inisiatif dengan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas masalah ini. Namun, menurutnya, besaran tunjangan tidak bisa ditentukan secara sepihak, melainkan melalui tim appraisal yang berwenang.
“Soal nilai itu ada rumusnya, misalnya dari Kementerian PU. Kita tidak bisa mencampuri urusan teknis tersebut. Kota Sukabumi sendiri keuangannya masih kategori sedang, tapi Insyaallah tahun depan bisa masuk kategori tinggi,” sebutnya.
Menanggapi isu liar di media sosial, termasuk mengenai rangkap jabatan di Tim Percepatan Kebijakan Pembangunan (TPKP), Rojab menegaskan, DPRD akan memanggil pihak terkait untuk dimintai penjelasan.
“Kita juga sudah berkomitmen melakukan RDP dengan teman-teman GMNI, lalu ditindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak yang terkait keluarnya SK TPKP itu,” tegasnya.
Soal kekhawatiran mahasiswa bahwa tunjangan DPRD dapat membebani keuangan daerah, Rojab menyebut hal itu tidak akan mengganggu stabilitas. “Kalau PAD tidak berpengaruh. Perwal ini juga bukan hal baru, dari lima tahun terakhir sudah terbit empat kali. Kami siap dievaluasi kapan pun,” ujarnya.
Terkait adanya sorotan soal pengerahan ASN dalam aksi mahasiswa, Rojab menilai hal itu lebih pada bentuk solidaritas dan interaksi langsung antara pemerintah dengan masyarakat.
“Mungkin itu solidaritas, ingin memperlihatkan bahwa Pak Wali dengan ASN-nya kompak menampung aspirasi. Itu bentuk interaktif yang bagus. Terlepas dari ada show atau tidak, saya melihatnya positif,” pungkasnya.














