SUKABUMI – Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari Camat Sukaraja, Kapolsek Sukaraja, dan Danramil Sukaraja menghadiri pelatihan pencegahan TPPO yang digelar di Ruang SPPI Rusaida, Kampung Cimuncang, Desa Selawangi, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator Pengembangan Internal Kelembagaan Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang, Magnalena Pasaribu, sebagai narasumber. Pelatihan diikuti aparatur desa, tokoh masyarakat, serta kader penggerak dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap berbagai modus perdagangan orang yang masih marak terjadi.
Kehadiran unsur Forkopimcam menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan transnasional. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat langkah pencegahan hingga ke tingkat desa.
Camat Sukaraja Arid Ahmad Ridwan, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan TPPO membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengimbau para kepala desa, ketua RT, dan RW agar meningkatkan pengawasan terhadap warganya, terutama mereka yang hendak bekerja ke luar daerah maupun luar negeri.
Sementara itu, Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaini, S.E., memaparkan berbagai modus yang kerap digunakan pelaku TPPO, termasuk tawaran pekerjaan bergaji tinggi melalui media sosial tanpa prosedur yang jelas. Menurutnya, masyarakat harus lebih teliti dan tidak mudah tergiur oleh janji pekerjaan dengan proses instan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan legalitas perusahaan atau penyalur tenaga kerja sebelum menerima tawaran pekerjaan. Jangan mudah percaya dengan iming-iming gaji besar tanpa prosedur yang jelas. Kepolisian akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti terlibat dalam praktik perdagangan orang,” tegas Kompol Aguk Khusaini.
Danramil Sukaraja Kapten Inf. Ahmad Amin, S.Pd.I., menambahkan bahwa jajaran TNI melalui Babinsa siap mendukung upaya deteksi dini bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya korban baru.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi penyambung informasi di lingkungan masing-masing serta ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya TPPO. Dengan meningkatnya kesadaran warga, diharapkan berbagai modus perekrutan kerja ilegal dapat dicegah sejak dini sehingga masyarakat lebih terlindungi dari praktik perdagangan orang.














