SUKABUMI — Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh semata-mata berorientasi pada angka dan nilai akademik. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepribadian, sekaligus menggali potensi siswa sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Wawan Juanda yang akrab disapa Kang Wanju saat menghadiri Gelar Seni dan Pameran Karya Siswa SMP Negeri 3 Kota Sukabumi, Rabu (11/2/2026). Dalam kegiatan itu, ia mengapresiasi kreativitas serta keberanian para siswa dalam mengekspresikan potensi seni dan budaya.
Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
“Melalui gelar seni dan pameran karya siswa ini, kita menyaksikan secara langsung potensi luar biasa dari anak-anak kita. Kreativitas, inovasi, serta ekspresi budaya yang ditampilkan membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang nilai, tetapi juga tentang pembentukan jati diri,” ujar Kang Wanju.

Atas nama DPRD Kota Sukabumi, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru, tenaga pendidik, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif membina dan memfasilitasi tumbuhnya bakat serta minat siswa.
“Peran Bapak dan Ibu guru sangat menentukan dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing, tanpa kehilangan akar budaya dan nilai moral,” tegasnya.
Tak hanya kepada tenaga pendidik, Kang Wanju juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa. Ia mendorong mereka menjadikan gelar seni sebagai ruang belajar, berekspresi, dan saling menginspirasi.
“Teruslah berkarya, berani bermimpi, dan jangan pernah lelah untuk belajar. Kalian adalah harapan masa depan daerah, bangsa, dan negara,” pesannya.
Ia pun berharap kegiatan Gelar Seni dan Pameran Karya Siswa dapat menjadi agenda berkelanjutan yang semakin berkualitas, sekaligus memberikan manfaat nyata dalam membentuk generasi yang cerdas, berbudaya, dan mandiri.
Dalam refleksi pribadinya, Kang Wanju mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap seni dan nilai kemandirian telah tertanam sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Latar belakang keluarga dan perjuangan hidup, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter.
“Jangan malas, rajin belajar, dan terus berusaha. Jika itu dilakukan sejak dini, potensi diri akan muncul dengan sendirinya,” pungkasnya.














