SUKABUMI – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menilai upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang ’45, Kota Sukabumi, Jumat (19/12/2025), sebagai wujud nyata kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut Wawan Juanda, bela negara tidak hanya dimaknai sebagai upaya pertahanan dari ancaman luar, melainkan juga mencakup kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Bela negara yang dilakukan melalui upacara tadi oleh Pemerintah Kota Sukabumi merupakan wujud kesiapan. Saya sangat mengapresiasi adanya penjagaan dari Polri dan TNI, termasuk persiapan sembako menjelang Nataru. Ini juga bagian dari bela negara,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa bela negara bukan semata tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa dan masyarakat.
“Bela negara itu bukan hanya tugas TNI dan Polri saja, tetapi seluruh elemen masyarakat dan bangsa. Tidak selalu harus menghadapi ancaman dari luar, tetapi juga bagaimana kita mengantisipasi ketersediaan sembako agar tidak terjadi kelangkaan serta mengendalikan inflasi,” jelasnya.
Wawan Juanda menilai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok merupakan bentuk konkret bela negara yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Ketika pemerintah siap mengantisipasi sembako dan inflasi, itu juga bela negara. Karena yang dijaga bukan hanya kedaulatan wilayah, tetapi juga ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat,” tambahnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi DPRD Kota Sukabumi terhadap kesiapan pemerintah daerah yang ditunjukkan melalui upacara Hari Bela Negara serta rangkaian persiapan pengamanan Nataru.
“DPRD sangat mengapresiasi kesiapan yang dilakukan pemerintah, baik melalui upacara Hari Bela Negara maupun kesiapan apel Nataru. Ini menjadi wujud nyata bela negara dalam arti yang luas,” pungkas Wawan Juanda.














