Kota Sukabumi – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi didampingi pejabat utama, unsur Muspika Kecamatan Sukalarang dan warga memanen jagung di Kampung Cipetir RT. 03/01 Desa Prianganjaya Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Senin (26/5/2025).
Panen jagung di ladang seluas 1,5 hektar yang diselenggarakan Polres Sukabumi Kota bersama warga tersebut merupakan panen raya dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Presiden RI quartal II tahap II tahun 2025. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota melalui Kabag SDM, Kompol Bambang Kristiono kepada awak media.
“Sesuai petunjuk ibu Kapolres, hari ini kita ada kegiatan panen raya yang dilaksanakan di Sukalarang untuk mendukung panen raya quartal II tahap II tahun 2025,” ujar Bambang kepada awak media.
“Adapun jenisnya yaitu jagung manis untuk konsumsi masyarakat dan ditanam di lahan seluas 1,5 hektar,” terangnya.
Senada dengan Bambang, Camat Sukalarang, Ratu Badrijawati mengatakan pihaknya senantiasa bersinergi dengan Polres Sukabumi Kota dan unsur Forkopimcam Sukalarang untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden RI dengan menyiapkan lahan.
“InsyaAlloh di wilayah kami masih ada yaitu tepatnya di Desa Titisan. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, kami dari Forkopimcam bisa berkolaborasi dengan Desa dan para petani untuk melaksanakan program ketahanan pangan,” kata Ratu.
“Mudah-mudahan dengan adanya ini, kesejahteraan para petani bisa berkembang dan perekonomian kecamatan Sukalarang juga bisa tumbuh,” harapnya.
Sementara itu, Iing Sumarna (62 tahun), petani sekaligus penggarap lahan seluas 1,5 hektar Kampung Cipetir Sukalarang tersebut menyebut panen jagung membutuhkan waktu hingga 75 hari untuk menghasilkan 10 Ton jagung.
“Untuk sampai panen yaitu 75 hari. Kalo lagi bagus, panen jagung di lahan seluas 1,5 hektar ini dapat menghasilkan 10 Ton jagung,” sebut Iing.
Ia juga berharap pihak Pemerintah dapat membantu kelompok petani, khususnya di bidang pengadaan bibit maupun alat-alat pertanian lainnya.
“Kepada Pemerintah, kami berharap bisa membantu masalah pupuk agar kuotanya ditambah dan disesuaikan dengan penggarapan, juga termasuk masalah alat pertanian seperti traktor kecil, alat buat kupas rumput dan alat untuk penyemaian.” singkatnya.














