SUKABUMI – KH. Ahmad Nawawi Sadili merupakan Khatib Syuri’ah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi periode 2024-2029.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kota Sukabumi yang dipimpin oleh Ketua Sidang Pleno Musda, H. Maman Ramsyah. Menurut H. Maman, hasil rapat formatur yang dihadiri oleh sembilan dari 11 anggota formatur, memutuskan KH. Ahmad Nawawi Sadili sebagai Ketua MUI terpilih secara aklamasi.
“Dewan formatur yang hadir sudah memenuhi kuorum. Setelah dilakukan pemilihan, KH. Nawawi terpilih sebagai Ketua Umum MUI Kota Sukabumi secara aklamasi,” ujar H. Maman Ramsyah, Jumat (20/12/2024).
Maman menjelaskan bahwa meskipun peraturan organisasi menyebutkan bahwa formatur berjumlah 11 orang, dua anggota formatur tidak hadir dan mengundurkan diri, sehingga jumlah yang hadir memenuhi kuorum. Ia berharap, dalam waktu dekat, dewan formatur akan segera membentuk kepengurusan MUI Kota Sukabumi.
“Semoga kepengurusan yang terpilih nanti dapat bekerja dengan ikhlas dalam mengabdi kepada umat dan membantu memajukan Kota Sukabumi ke depan, serta bersinergi dengan Pemerintah Kota Sukabumi,” tambah Maman.
Ketua MUI terpilih, KH. Ahmad Nawawi Sadili mengungkapkan bahwa selain dirinya yang terpilih menjadi ketua, Musda ke-V MUI juga mengangkat KH. Aap Abdullah, Ketua MUI sebelumnya, untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
“Insya Allah, kita akan melengkapi kepengurusan harian sesuai dengan AD/ART yang ada, dan merangkul semua ormas, kyai, ulama, masyayikh, dan ustadz yang kompeten untuk bersama-sama mengelola MUI ke depan,” ujar KH. Nawawi.
Dalam pernyataannya, KH. Nawawi menegaskan bahwa meskipun dalam Musda terdapat dinamika organisasi dan perbedaan pilihan, hal tersebut tidak akan mengganggu sinergi ke depan. “Setelah keputusan ini, insya Allah, kita semua akan bersatu,” tegasnya.
Sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Ma’rifat Assobarriyah, KH. Nawawi juga berkomitmen untuk melakukan berbagai terobosan dalam rangka meningkatkan kondisi keumatan di Kota Sukabumi.
“Kami akan mengevaluasi program-program yang sudah berjalan. Apa yang baik akan dilanjutkan, yang kurang baik akan diperbaiki, dan yang tidak baik akan dihilangkan. Kami juga akan menjalin silaturahim dengan tokoh-tokoh agama dan ormas lainnya untuk memperkuat MUI Kota Sukabumi,” tutupnya.














