Sukabumi – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Hingga Sabtu (7/12/2024).
Update terkini sebanyak delapan orang, termasuk anak-anak, dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyatakan bahwa upaya pencarian korban dan penanganan dampak bencana masih terus dilakukan.
Saat ini, fokus utama adalah memperbaiki infrastruktur jalan yang terputus agar memudahkan distribusi bantuan.
“Kami sudah mengerahkan tim ke beberapa wilayah. Kolaborasi antara BNPB, BPBD, TNI, dan Polri terus berlangsung di lapangan. Hari ini, kami memprioritaskan pendataan serta perbaikan jalan yang rusak agar distribusi logistik bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Ade saat ditemui di Pendopo Sukabumi.
Menurut Ade, bencana ini telah meluas, mempengaruhi 39 kecamatan, 1 kelurahan, dan 142 desa. Sebanyak 3.153 Kepala Keluarga (KK) atau 4.892 jiwa terdampak, 890 KK atau 2.859 jiwa lainnya terpaksa mengungsi, dan 1.254 rumah rusak.
“Hingga saat ini, bencana telah mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Empat orang lainnya masih dalam pencarian. Kami terus berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah jalan utama, seperti di Nyalindung dan Pabuaran, masih terputus. Akibatnya, distribusi logistik terpaksa menggunakan jalur-jalur kecil yang lebih sempit.
“Logistik sudah dikirimkan, tetapi kendala jalan membuat kami terpaksa menggunakan kendaraan kecil. Truk besar tidak dapat melewati jalan sempit. Jalur utama yang terputus di Nyalindung membuat akses ke Pabuaran juga terhambat, sehingga distribusi logistik harus dialihkan melalui Purabaya,” jelas Ade.
Beberapa pejabat, seperti Wakil Menteri Sosial dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dijadwalkan untuk meninjau langsung lokasi terdampak guna mempercepat perbaikan infrastruktur, termasuk akses jalan menuju titik distribusi bahan pangan dan bahan bakar.
“Hari ini, kami akan mengadakan rapat evaluasi bersama BNPB dan BPBD untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” tutup Ade.














