SUKABUMI – Nasib malang menimpa Mario Baihaqi (23), seorang atlet sekaligus pelatih skateboard asal Kota Sukabumi. Niat hati ingin menikmati hiburan musik, Mario justru menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh rekannya sendiri sesama anggota komunitas skateboard, berinisial IK alias O.
Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah kedai kopi, GWM Soultree Cafe, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat insiden tersebut, Mario mengalami luka parah di bagian wajah dan kini tengah berjuang bersama keluarganya untuk menuntut keadilan.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Area Moshing ke Parkiran
Menurut penuturan Mario, malam itu kafe sedang menggelar acara live music yang dimeriahkan dengan aksi moshing (dansa ekspresif) oleh para pengunjung. Di tengah keriuhan tersebut, Mario diduga tidak sengaja bersenggolan dengan pelaku.
Tak terima dengan hal itu, IK alias O langsung naik pitam. Pelaku menghampiri Mario, menarik bajunya secara kasar, hingga melakukan pencekikan.
“Waktu itu lagi moshing. Mungkin sepertinya si pelaku tidak terima karena tersenggol atau bagaimana. Saya lalu keluar ke area parkiran. Tapi pelaku malah menghampiri saya lagi, menarik baju, mencekik, dan menyundul kepalanya ke hidung saya,” ungkap Mario, Jumat (26/6/2026).
Korban Tak Melawan, Dianiaya Secara Brutal
Ketegangan ternyata tidak berhenti di situ. Pelaku yang tampaknya masih diselimuti amarah kembali melancarkan aksi kekerasan di area parkir kafe.
Menghadapi serangan bertubi-tubi dari rekan satu komunitasnya, Mario memilih untuk tidak melawan. Selain karena kondisinya yang sudah tak berdaya, ia juga syok karena pelaku adalah orang yang ia kenal baik.
“Di situ saya cuma bisa menunduk, kaki si pelaku main (menendang). Saya tidak melihat jelas bagaimana situasinya karena tangan saya menutupi kepala. Cuma terasa saya terus dianiaya dan ditendang di sana,” imbuh Mario dengan nada lirih.
Alami Patah Hidung dan Tempuh Jalur Hukum
Usai kejadian, Mario segera meninggalkan lokasi guna menghindari amukan pelaku yang lebih parah. Didampingi oleh pihak keluarga, ia langsung bergegas menuju RSUD R. Syamsudin SH untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum.
Dampak dari penganiayaan tersebut sangat fatal. Mario mengalami patah tulang hidung, luka-luka di sekujur wajah, bahkan ditemukan bekas sol sepatu yang menempel di mukanya akibat tendangan pelaku.
“Hidung saya patah, wajah luka-luka dan ada bekas sol sepatu. Hasil visum sudah keluar, dan sekarang saya bersama keluarga sedang bersiap membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Mudah-mudahan ada keadilan yang ditegakkan untuk saya,” tegasnya.
Persiapan Kompetisi Atlet Junior Terganggu
Bukan hanya kerugian fisik, insiden ini juga berdampak besar pada regenerasi atlet skateboard di Kota Sukabumi. Akibat luka-luka yang dideritanya, Mario terpaksa menghentikan aktivitasnya sebagai pelatih untuk sementara waktu.
Padahal saat ini, ia sedang menggembleng para atlet junior untuk menghadapi turnamen penting yang sudah di depan mata.
“Saya sebenarnya lagi fokus melatih adik-adik junior atlet skateboard yang mau ikut beberapa kompetisi. Karena kejadian ini, terpaksa semuanya terhenti dulu,” pungkas Mario kecewa.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera bertindak tegas mengusut kasus ini agar tindakan premanisme di lingkungan komunitas kreatif seperti ini tidak terulang kembali.














