SUKABUMI – Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiah Sukabumi (UMMI) menggelar aksi di depan Kantor Balai Kota Sukabumi, pada Senin (28/10/2024). Aksi tersebut dimulai pukul 13.30 dan tetap berlangsung meskipun dalam guyuran hujan.
Para pendemo yang yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (KM FIS) yang dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial UMMI, sebelumnya melakukan Kajian dan Konsolidasi Akbar pada Jumat, 25 Oktober 2024 lalu.
Aksi yang mereka lakukan dijelaskan dalam aksinya merupakan sebagai langkah kritis untuk mengevaluasi 1 tahun hari kerja Penjabat (PJ) Walikota Sukabumi. Acara ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial, antara lain Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ibnu Sina, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Hima Adpub), Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Hima Adbis), dan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Hima Sasing).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kritik konstruktif dan aspirasi mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Kota Sukabumi yang disampaikan pada 28 Oktober 2024 bertepatan denganperingatan Hari Sumpah Pemuda. Meskipun diguyur hujan Aksi mereka tetap berjalan. Aksi berakhir pada pukul 16.33.
Aspirasi mahasiswa diterima Penjabat Sekertaris Daerah Kota Sukabumi Hasan Asari yang xidampingi Kepala Dinas Kominfo Rahmat Sukandar, dan para Asisten Daerah Kota Sukabumi.
Aksi ini menuntut 4 hal diantaranya, Parkir Liar Dampak dari parkir liar sangat dirasakan oleh masyarakat, dengan maraknya parkir liar, akses jalan menjadi semakin terbatas sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan, selanjutnya Pedagang Kaki Lima (PKL) Masih Berjualan di Trotoar Sehingga Mengganggu Pejalan Kaki Pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar menimbulkan dampak yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik.
Ketiga Peningkatan Angka Pengangguran Pengangguran yaitu sebutan untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan atau orang yang sedang berusaha mencari suatu pekerjaan. Kempat Penanganan Kasus Stunting yang Tidak Konsisten














