SUKABUMI – Komunitas motor Vespa diserang kelompok pemuda secara brutal saat nongkrong santai di Jalan A Yani, tepatnya di Nol Kilometer, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Minggu (27/10/2024).
Peristiwa tersebut, sekitar pukul 01:00 WIB, dipicu diduga dari kesalahpamahaman saat kedua kelompok tengan nongkrong di Jalan A. Yani.
F alias A (24 tahun) salah satu korban kebrutalan asal Cisaat, Kabupaten Sukabumi menyebut peristiwa bermula ketika F bersama temannya hendak menjemput teman lainnya di lokasi yang tidak jauh dari lokasi penyerangan.
Saat itu kata F, temannya mengambil foto dengan maksud untuk menunjukan keberadaannya kepada teman yang hendak ia jemput, namun secara tiba-tiba ada sekitar enam orang yang menghampirinya yang mengaku tidak terima karena telah difoto.
“Mungkin menurut mereka, kita moto mereka (yang sedang kumpul), saat itu ada sekitar enam orang nyamperin ngomong ‘naon eta foto-foto’, sudah saya jelasin juga mau jemput temen, cuman mereka langsung mukulin saya sama temen, kepala saya dipukul pake botol miras (minuman keras) masih ada isinya,” ungkap F, Senin (28/10/2024).
Selang pemukulan itu, A bersama temannya lantas menghampiri teman-temannya (anak vespa) yang sedang nongkrong di tugu nol kilometer Kota Sukabumi.
Ia bersama temannya, kembali menghampiri orang yang menyerangnya itu dengan maksud untuk meluruskan masalah.
Saat dihampiri, satu orang dari kelompok penyerang disebut telah menerima dan saling memaafkan atas peristiwa kesalahpahaman tersebut, namun ada orang lainnya dari kelompok penyerang yang tidak terima hingga keributan kembali terjadi.
“Saya sama temen vespa lainnya udah mundur soalnya mereka ngumpetin tangannya ke baju kaya bawa alat (senjata) gitu, udah gitu diserang lah pokonya temen saya ada lima orang lah yang jadi korban dipukulin,” jelas F.
Usai kejadian, kelompok pemuda yang menyerang komunitas Vespa langsung bubar dan melarikan diri.
Sementara kelompok anak vespa langsung melaporkan kejadian penyerangan itu kepada Pihak Kepolisian.
“Dari mereka (penyerang) ada yang ngomong, udah nggak bakal bener keburu ada polisi, udah gitu langsung kabur, kalo kita mah ke deket Pendopo, yang lain lapor ke Polres,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangam resmi. Terkini pihak Kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut.














