SUKABUMI – Basarnas akan melakukan evakuasi 71 nelayan esok pagi, Kamis (17/10) yang terjebak di ujung jembatan eks dermaga tambang pasir besi milik PT. Sumber Baja Prima (SBP) di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto mengatakan, rencananya penyelamatan evakuasi korban akan dilakukan mengunakan Helikopter milik Basarnas.
“Rencan besok kita vakuasi pukul 06.00 WIB mengggunakan Helikopter milik Basarnas,” ujarnya, Rabu (16/10/2024) malam.
Untuk penanganan besok, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satuan Radar 216/Cibalimbing ssbagai unsur pertahanan udara yang berada langsung di bawah komando Kosekhanudnas I yang bermarkas di Cibalimbing, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
“Kita sudah koodinas dengan Satradar Cibalimbing. Kita akan gunakan sebagai haliped tempat droping korban. Kita sudah koordinasikan dengan Dansat (Komdan Satuan) terkait hal itu,” tuturnya.
Untuk rencana operasi penyelamatan 71 nelayan tersebut, menggunakan satu Helikopter.
“Kita gunakan satu heli, dengan sistem bolak balik,” katanya.
Apabila memungkinkan, pihak Basarnas dalam operasi penyematannya akan dibantu dengan perahu.
“Jika posisinya memungkinkan kita pakai perahu. Kalau tidak bisa, karena gelombang masih tinggi kita gunakan Helikolter,” jelas Suryo.
Sebelumnya, Kasatpolair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, mengatakan, puluhan nelayan itu terjebak karena jembatan terputus usai dihantam gelombang tinggi sekira pukul 06.00 WIB, pada saat para nelayan sedang menangkap ikan di bekas dermaga PT SBP tersebut.
“Jadi dermaga tersebut dulunya patah, sekitar jam 06.00 terjadi ombak yang cukup besar sehingga mengakibatkan menimpa kepada kelompok nelayan yang berada di jembatan tersebut, yang mengakibatkan 4 orang jatuh ke laut, satu orang dapat diselamatkan dan tiga orang belum ditemukan,” ungkapnya.
Dari dampak terjadinya gelombang tinggi tersebut kurang lebih 71 nelayan terjebak di jembatan tersebut dan 3 orang lainnya belum diketahui nasibnya.














