SUKABUMI– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi (STIKesMI) menyiapkan lulusannya untuk bersaing di pasar kerja global, khususnya di sektor kesehatan. Selain memperkuat kompetensi profesional, mahasiswa dibekali kemampuan tiga bahasa asing, yakni Inggris, Jepang, dan Jerman, sebagai modal untuk meniti karier di luar negeri.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Kusumah Bangsa Sukabumi, Hanafie Zain kepada wartawan disela-sela Sidang Senat Terbuka Wisuda STIKesMI Tahun Akademik 2025–2026 di Gedung Anton Soedjarwo, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Sabtu (24/10/2026). Hanafie mengatakan, pembekalan bahasa asing diberikan secara gratis sejak mahasiswa mulai menempuh pendidikan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya yayasan mengarahkan STIKesMI menuju sistem pendidikan berorientasi global. Menurut dia, peluang kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri cukup terbuka. Namun, calon tenaga kesehatan harus memenuhi persyaratan kompetensi yang berbeda di setiap negara tujuan.
” Kompetensi di Kuwait berbeda dengan Jerman maupun Jepang. Karena itu, kompetensi yang dibutuhkan di negara-negara tersebut akan kami sesuaikan dengan kurikulum yang ada di kampus,” ujar Hanafie. Ia menjelaskan, profesi tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Kesalahan dalam pemberian obat maupun tindakan perawatan dapat menimbulkan risiko serius. Oleh sebab itu, persiapan calon tenaga kesehatan yang ingin bekerja di luar negeri harus dilakukan secara matang.
Hanafie menyebutkan, pihaknya telah mengirim sejumlah tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Kuwait dan Turki. Ke depan, yayasan akan terus mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan mental untuk menghadapi lingkungan kerja internasional.
Selain orientasi global, Hanafie juga mengungkapkan capaian STIKesMI dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Nasional bidang kesehatan. Ia menyebut institusinya masuk dalam tiga besar nasional berdasarkan informasi yang diterima dalam kegiatan tersebut.
Menurut Hanafie, fasilitas uji kompetensi yang dimiliki STIKesMI turut dimanfaatkan mahasiswa dari sejumlah daerah, seperti Cianjur, Bogor, Karawang, dan Bekasi. Dukungan infrastruktur serta dosen yang memiliki sertifikasi menjadi faktor pendukung pelaksanaan ujian.
Hanafie mengatakan, tingkat kelulusan peserta uji kompetensi di STIKesMI selama ini umumnya mencapai 99 hingga 100 persen. Capaian tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Berharap lanjut Hanafie, lulusan STIKesMI tidak hanya berorientasi pada peluang kerja di dalam negeri, tetapi juga berani mengambil kesempatan berkarier di luar negeri dengan tetap memenuhi persyaratan yang berlaku.
Menurut Hanafie, persiapan tersebut juga perlu didukung oleh keluarga. Ia mengakui, kekhawatiran orang tua terhadap anak yang bekerja jauh dari rumah terkadang menjadi salah satu tantangan dalam mendorong lulusan mengambil peluang kerja internasional.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap, gelar akademik yang diraih menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi, menjawab tuntutan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ayep menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan menjadi penanda perubahan status dari mahasiswa menjadi lulusan yang memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan keterampilannya. Ia juga mengapresiasi perkembangan lembaga pendidikan tinggi di Kota Sukabumi, termasuk STIKesMI, yang telah berkontribusi melahirkan tenaga profesional di bidang kesehatan.
Secara khusus, Ayep mendorong lulusan keperawatan dan kebidanan agar memanfaatkan peluang kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menurut dia, kompetensi yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Pemkot Sukabumi, lanjut Ayep, terus berupaya mengatasi persoalan pengangguran melalui sejumlah program, termasuk membuka akses penempatan bagi pekerja migran Indonesia. Karena itu, para wisudawan yang berminat membangun karier di luar negeri diimbau segera mendaftarkan diri melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi agar memperoleh informasi dan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku.













