slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
Pemkot Sukabumi Tutup TPS, Targetnya Warga Lebih Peduli Sampah - Sukabumi Hari Ini
Sukabumi Hari Ini
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    • Kota Sukabumi
    • Kabupaten Sukabumi
    • Provinsi Jawa Barat
    • Nasional
  • Pemerintahan
    • Pemerintah Kota Sukabumi
    • DPRD Kota Sukabumi
    • TNI
    • Polri
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Wisata
  • Ekonomi dan Bisnis
  • SHI TV
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Kota Sukabumi
    • Kabupaten Sukabumi
    • Provinsi Jawa Barat
    • Nasional
  • Pemerintahan
    • Pemerintah Kota Sukabumi
    • DPRD Kota Sukabumi
    • TNI
    • Polri
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Wisata
  • Ekonomi dan Bisnis
  • SHI TV
No Result
View All Result
Sukabumi Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Pemkot Sukabumi Tutup TPS, Targetnya Warga Lebih Peduli Sampah

October 21, 2026
in Berita
Pemkot Sukabumi Tutup TPS, Targetnya Warga Lebih Peduli Sampah
178
SHARES
990
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Whatsapp

SUKABUMI—Pemkot Sukabumi kembali melakukan penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) dan kali ini di Kelurahan Nyomplong, Kota Sukabumi, Rabu (21/10/2026). Dalam momen itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan, penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) di Kelurahan Nyomplong, Kota Sukabumi, harus diikuti solusi pengelolaan sampah yang jelas dan komitmen masyarakat.

Langkah tersebut diperlukan agar penataan lingkungan tidak justru memunculkan persoalan sampah baru. Menurut dia, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan menutup tempat pembuangan, tetapi harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pengelolaan sampah, kata Bobby, harus dimulai dari rumah tangga sebagai sumber sampah, dilanjutkan dengan pemilahan dan pengolahan di tingkat lingkungan, hingga penanganan sampah yang tersisa di tempat pemrosesan akhir (TPA) Cikundul.

“Penanganan sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kalau TPS ditutup, tentu harus ada solusi. Masyarakat harus memiliki komitmen dan aturan bersama agar pengelolaan sampah di lingkungannya bisa berjalan,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, penutupan TPS liar perlu dilakukan sebagai bagian dari penertiban lingkungan. Adapun penutupan TPS resmi harus mempertimbangkan kesepakatan bersama masyarakat serta kesiapan warga menjalankan sistem pengelolaan sampah alternatif.

Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan pengurus RT dan RW, karang taruna, perlindungan masyarakat (Linmas), serta unsur warga lainnya. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan juga diperlukan agar kebijakan penataan TPS sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan dukungan sarana berupa gerobak sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga juga didorong membentuk satuan tugas (satgas) kebersihan di tingkat kelurahan atau lingkungan untuk mengangkut sampah dari rumah ke rumah berdasarkan jadwal yang disepakati.

Mekanisme pengangkutan dapat diatur bersama masyarakat, termasuk jadwal pelayanan dan pembiayaan operasional satgas. Dengan sistem tersebut, pengelolaan sampah diharapkan lebih tertib dan tidak sepenuhnya bergantung pada layanan pengangkutan pemerintah.

Selain pengangkutan, Bobby mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui lubang biopori atau diolah menggunakan budidaya maggot.

Sementara itu, sampah plastik dan bahan anorganik lainnya dapat dipilah untuk disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi. Pengembangan tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS3R) juga menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan di tingkat wilayah. Melalui fasilitas tersebut, sampah dapat dipilah dan diolah terlebih dahulu sebelum dibawa ke TPA.

Menurut Bobby, upaya mengurangi sampah dari sumbernya semakin penting karena kapasitas TPA Cikundul kian terbatas. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun sistem pengelolaan yang memungkinkan sampah diselesaikan sedekat mungkin dengan tempat sampah itu dihasilkan.

Lebih lanjut, Bobby menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan mengakselerasi penataan kota dalam skala besar pada 2027. Kebersihan lingkungan dan penataan kawasan menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan, serta penanganan pengangguran. Melalui penataan TPS dan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pemkot Sukabumi berharap kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.

Tags: SampahSukabumiTps sampahWakil walikota sukabumi
Previous Post

Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta

Next Post

Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan

shi.rg

shi.rg

Related Posts

Lulusan Kampus Kesehatan di Sukabumi Ditargetkan Tembus Pasar Kerja Global
Berita

Lulusan Kampus Kesehatan di Sukabumi Ditargetkan Tembus Pasar Kerja Global

October 24, 2026
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Berita

Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu

October 23, 2026
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Berita

Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan

October 22, 2026
Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta
Berita

Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta

October 21, 2026
Baru 4.000 dari Target 9.300 Orang, Tracing TBC di Sukabumi Terus Diperluas
Berita

Baru 4.000 dari Target 9.300 Orang, Tracing TBC di Sukabumi Terus Diperluas

October 20, 2026
Tak Cukup Bermodal Kepedulian, Relawan PMI Kota Sukabumi Jalani Sertifikasi Kompetensi
Berita

Tak Cukup Bermodal Kepedulian, Relawan PMI Kota Sukabumi Jalani Sertifikasi Kompetensi

October 19, 2026
Next Post
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan

Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan

IKLAN HARI SUMPAH PEMUDA

DOWNLOAD APLIKASI SHI

Sukabumi Hari Ini

Sukabumi Hari Ini, media informasi akurat, cepat dan sesuai fakta.

Telusuri Kategori Lain

  • Berita
    • Kabupaten Sukabumi
    • Kota Sukabumi
    • Nasional
    • Provinsi Jawa Barat
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
    • DPRD Kota Sukabumi
    • Pemerintah Kota Sukabumi
    • Polri
    • TNI
  • Politik
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Populer Lainnya

  • Hukum Puasa dalam Islam: Wajib, Sunnah, Haram, atau Makruh? Simak Penjelasannya!

    Hukum Puasa dalam Islam: Wajib, Sunnah, Haram, atau Makruh? Simak Penjelasannya!

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Anggota DPRD Sukabumi Melan Maulana Apresiasi Turnamen Domino ORADO, Cabor Baru Langsung Disambut Antusias

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • 6 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Pria di Sukabumi Ditangkap, Motif Dipicu Dugaan Pencurian Alat Bengkel

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Redaksi
  • Kerjasama dan Iklan

© 2025 Sukabumi Hari Ini

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Kota Sukabumi
    • Kabupaten Sukabumi
    • Provinsi Jawa Barat
    • Nasional
  • Pemerintahan
    • Pemerintah Kota Sukabumi
    • DPRD Kota Sukabumi
    • TNI
    • Polri
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Wisata
  • Ekonomi dan Bisnis
  • SHI TV

© 2025 Sukabumi Hari Ini

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In