SUKABUMI – Pimpinan DPRD Kota Sukabumi menerima audiensi dari Aliansi Masyarakat Kota Sukabumi (AMKS) di ruang rapat DPRD Kota Sukabumi, Rabu (1/10/2025). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan membahas persoalan wakaf yang hingga kini masih menuai sorotan publik.
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menjelaskan, AMKS datang untuk mempertanyakan sikap DPRD terhadap rekomendasi penghentian sementara pengumpulan dana wakaf yang sebelumnya sudah disampaikan oleh DPRD melalui Bapemperda.
“Iya, kami kedatangan dari AMKS. Pada intinya mereka mempertanyakan sikap DPRD dalam hal wakaf, yang sebelumnya juga pernah disampaikan dalam Paripurna RPJMD. DPRD melalui Bapemperda sudah merekomendasikan agar penghimpunan wakaf dihentikan sementara sebelum ada regulasi dan mekanisme yang jelas. Nah, tadi teman-teman AMKS datang untuk menyampaikan hal tersebut,” ujar Wawan.

Menurutnya, desakan AMKS semakin kuat lantaran hingga kini rekomendasi tersebut belum dijalankan Wali Kota Sukabumi. Bahkan, muncul dorongan agar DPRD menggulirkan hak angket terkait persoalan ini.
“AMKS mempertanyakan bagaimana sikap DPRD ketika rekomendasi itu belum dilaksanakan oleh Wali Kota. Desakan hak angket muncul karena secara moral rekomendasi belum dijalankan. Namun, hak angket itu tidak mudah, ada tahapan dan mekanismenya. Sebelum itu, ada hak interpelasi, yaitu hak bertanya anggota DPRD terkait kebijakan strategis Wali Kota yang perlu dijelaskan kepada dewan,” jelasnya.
Wawan menegaskan, pihaknya tidak bisa langsung mengambil keputusan tanpa melibatkan seluruh fraksi di DPRD. “Kami belum bisa menjawab iya atau tidak, karena prosesnya baru akan dimulai bersama teman-teman fraksi. Rencananya, dalam waktu dekat akan ada pertemuan khusus dengan para ketua fraksi agar aspirasi AMKS segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Ia menekankan, DPRD berada di posisi strategis sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah sekaligus lembaga pengawasan yang menjalankan fungsi check and balance. “Kami berusaha menampung aspirasi masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah. Bahkan malam ini saya berencana bertemu pihak forkopimda dan akan menyampaikan juga kepada Wali Kota terkait dinamika yang terjadi,” ungkap Wawan.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi di Kota Sukabumi. Masyarakat menaruh harapan besar agar DPRD dapat menindaklanjuti aspirasi terkait polemik wakaf, sementara DPRD sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap berada pada koridor hukum dan mekanisme yang berlaku.














