SUKABUMI – Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya, meninjau lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/12/2024).
Dalam kunjungan ini, Bey didampingi oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus, Danrem 061 Brigjen Faisol Izzudin, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.
Bey dan rombongan juga menyempatkan diri meninjau posko bencana, dapur umum, serta gudang logistik yang disiapkan untuk para penyintas bencana.
Bey menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah pada evakuasi warga yang terdampak serta penanganan transportasi yang terputus akibat longsor.
“Kami juga meminta kepada PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai apakah lokasi ini masih layak dihuni. Jika tidak, kami akan mempertimbangkan opsi relokasi bagi warga,” ujar Bey.
Selain itu, Bey juga mengumumkan bantuan bagi rumah yang rusak akibat pergerakan tanah tersebut.
Untuk rumah yang rusak berat, bantuan yang diberikan sebesar Rp60 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak ringan Rp15 juta, dengan syarat melalui proses assessment lebih lanjut.
Pj Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, kepala desa, dan warga setempat.
“Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi bencana ini untuk kepentingan pribadi,” tambah Bey.
Bey juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya, terutama yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
“Bencana pergerakan tanah ini merupakan fenomena alam yang harus kita hadapi dengan hati-hati dan kewaspadaan yang tinggi,” tutupnya.














