SUKABUMI – Jurnalis senior bernama Muhamad Akasah (61) asal Sukabumi sukses meraih gelar dokter Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.
Ia menjalani kuliahnya selama 3 tahun di Uninus Bandung dan telah menyelesaikan Desertasinya dengan judul ‘Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Karakter Dalam Mewujudkan Lususan Sekolah Kejuruan’ dengan IPK cukup memuaskan dengan nilai 3,75.
Selain jadi Jurnalis Televisi, akrab di sapa Akasah ini merupakan Dosen di kampus swasta Stisip Widyapuri Mandiri, Kabupaten Sukabumi.
“Saya ini sudah 18 tahun di media. Kemudian jadi Dosen, ketika jadi dosen kita harus profesional makanya melanjutkan pendidikan jadi doktor supaya nanti ngajar S2,” ujarnya, Senin (14/10/2024).
Akasah mengaku menjadi jurnalis tahun 2005 sebagai kontributor ANTV untuk wilayah Sukabumi. Kemudian pas tahun 2009 ada Tv One.
“Jadi sekarang masih jadi Jurnaslis di Tv One bertugas di Sukabumi,” katanya.
Akasah mengakui 10 tahun yang lalu mulai mengajar di STISIP hingga dipercaya mengajar sebagai Dosen dan melanjutkan kuliah untuk jenjang karir.
Akasah mengakui semasa perjalanannya banyak hambatan, antara dirinya bertugas kepala rumah tangga, Jurnalis dan Dosen. Ditambah lagi dilanjutkan masa perkuliahan S3.
Disisi lain untuk menjalankan tugas Jurnalisnya. Kadang ia berkoordinasi dengan sesama kontri satu kantornya yang masih tugas di Sukabumi
“Iya memang sangat berat untuk membagi waktu antara liputan dan kuliah, namun bisa teratasi dengan koordinasi sesama wartawan dari antv/ tvone. ketika jadwal kuliah maka liputan dihandle olehnya,” ungkapya.
“Jika senggang maka, seperti biasa liputan kembali bersama teman-teman lainnya. Meski masih pakai seragam mengajar,” tuturnya.
Begitu juga pada saat menyusun Desertasi, Akasah mengakui banyak hambatan. Disisi lain kondisinya yang tidak seenergi saat masa mudanya.
“Hanya dengan modal semangat dalam menyusun disertasi yang terkadang terhenti sementara, arena tiba-tiba saja harus meliput kejadian,” katanya.
“Bahkan seringkali menjadi kurang tidur karena setelah membuat berita juga harus menyusun disertasi,” tambahnya.
Ia pun berharap apa yang duraihnya saat ini menjadi motivasi bagi teman-teman jurnalis lainnya.
“Bagi rekan-rekan kan tidak mungkin selamanya jadi seorang jurnalis kalau dengan pendidikan kan bisa kemana aja, bisa ke ilmu-ilmu lain seorang jurnalis juga harus mengejar ilmu-ilmunya,” tutupnya.





